TUGAS BESAR

Kontrol Palang Kereta Api


1. Tujuan[Kembali]

  • Memahami aplikasi dari kontorl palang kereta api
  • Memahami prinsip kerja dari rangkaian alikasi
  • Memahami pembuatan rangkaian kontrol palang kereta api

2. Alat dan Bahan[Kembali]

1. Voltmeter


Voltemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran tegangan atau beda potensial antara dua titik pada suatu rangkaian listrik yang dialiri arus listrik. pada alat ukut voltmeter ini biasanya ditemukan tulisan voltmeter (V), milivoltmeter 9mV), mikrovoltmeter, dan kilovolt (kV). sekarang ini, voltmeter ditemukan dalam dua jenis yaitu voltmeter analig (jarum penunjuk) dan voltmeter digital. voltmeter memiliki batas ukur tertentu, yakni nilai tegangan maksimum yang dapat diukur oleh voltmeter tersebut.

spesifikasi: 

1. Angka rangkuman masukan biasanya di mulai dari +- 1,000000 V hingga +- 1000,000 V (metode pemilihan rangkuman dilakukan dengan cara otomatis dan indikasi beban lebih).

2. Ketelitian mutlak tercatat mencapai +-0,0005 persen dari hasil pembacaan yang sudah dilakukan.

3. Angka stabilitas untuk jangka pendek sebesar 0,002 persen dari pembacaan (periode 24 jam). sedangkan untuk jangka panjang sebesar 0,008 persen pembacaan (periode 6 bulan).

4. Resolusi untuk 1 bagian dalam 106 yaitu μV bisa dibaca pada rangkuman dari masukan 1 V.

5. Karakteristik masukkannya yaitu tahanan masukkan khas sebesar 10MΩ dengan kapasitas masukan 40pF.

6. Kalibrasi yang standar (internal) tidak tergantung pada rangkaian ukuran yang mana telah diperoleh dari sumber referensi yang sudah stabil.

7. Ada beberapa sinyal keluaran seperti perintah mencetak.


2. Generator Dc


    Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / Arus searah.

Spesifikasi:

Non gearbox

speed : 2750 rpm

output : DC 12 V

arus: 35A

Built in regulator

Dimensi body: panjang 11,5 cm x diameter 9,75 cm

berat : 2,6 kg


3. Baterai

Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang dapat mengubah energi kimia yang disimpan menjadi energi listrik yang dapat digunakan oleh suatu perangkat elektronik.

Spesifikasi dan Pinout Baterai

input Voltage : AC 100-240V/ DC 10-30V

Output voltage: DC 1-35V

Max. input current: DC 13A

Charging current 0.1-10A

Discharging Current: 0.1-1.0A

Balance current: 1.5A/cell max

Max. Discharging power: 15W

Max. Charging power: AC 100W/ DC 250W

Jenis baterai yang didukung: life, lilon, lipo 1-6s, livh 1-6s, nimh, cd 1-16s

ukuran: 126 x 115 x 49mm

berat: 460gr


4. Resistor

resistor atau disebut juga dengan hambatan adalah komponen elektroika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu  rangkaian elektronika. satuan nilai resistor atau hambatan adalah Ohm.

spesifikasi dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarka. karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise), dan induktansi. resistor dapat diintegrasikan ke dalam sirkuit hibrida da papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu.



Spesifikasi

Resistor adalah komponen elektronika pasif yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai penghambat arus listrik. bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansinya kecil, mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak dibatasi. resistor berfungsi sebagai penghambat arus listrik, sebagai tahanan arus listrik agar listrik yang melewati resistor di hambat melalui karbon yang berada di dalam tubuh resistor menjadi di perkecil apabila resistansinya besar, sebagai tahanan arus listrik agar listrik yang melewati resistor di hambat melalui karbon yang berada di dalam tubuh resistor menjadi di perkecil apabila resistansinya besar.

5. Dioda 1N4002

Spesifikasi

6. Transistor DC547

Spesifikasi
Tipe - NPN
Collector-Emitter Voltage: 35V
Collector-Base Voltage: 35V
Emitter-Base Voltage: 5V
Collector Current: 2.5A
Collector Dissipation - 10W
DC Current Gain (hfe) - 100 to 200
Transition Frequency - 160MHz
Operating and storage unction Temperator Range -55 to +150 C
Package - TO - 126

Konfigurasi Transistor
Konfigurasi Commen Base adalah konfigurasi yang kaki basis-nya di groundkan dan digunakan bersama untuk input aupun output. pada konfigurasi common base, sinyal input dimasukkan ke emittor dan sinyal ouputnya diambil dari kolektor, sedangkan kaki basisnya di groundkan. oleh karena itu, commen base juga sering disebut dengan istilah "Grounded base". kofigurasi common base ini menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal input dan sinyal output namun tidak menghasilkan penguatan pada arus. konfigurasi common collector (CC) atau kolektor bersama memiliki sifat dan fungsi yang berlawanan dengan common base (Basis bersama). kalau pada common base menghasilkan penguatan tegangan tanpa memperkuat arus, maka common collector ini memiliki fungsi yang dapat menghasilkan penguatan arus namun tidak menghasilkan penguatan tegangan. pada konfigurasi commo collector, input diumpankan kolektornya di groundkan dan digunakan bersama untuk nput maupun output. konfigurasi kolektor bersama (Common Collector) ini sering disebut juga dengan pengikut emittor (Emmitter Follower) karena tegangan sinyal ouput pada emittor hampir sama dengan teganagn input basis.
konfigurasi common emitter(CE) atau emittor bersama merupakan konfigurasi transistor yang paling sering digunakan, terutama pada penguatan yang membutuhkan penguatan teganagn dan arus secara bersamaan. hal ini dikarenakan konfigurasi transistor dengan commo emitter ini menghasilkan penguatan teganagan dan arus antara sinyal input dan sinyal output. common emitter adalah konfigurasi transistor dimana kaki emittor tranisistor di groundkan dan dipergunakan bersama untuk input dan output. pada konfigurasi commo emitter ini, sinyal input dimasukkan ke basis dan sinyal outputnya diperoleh dari kaki kolektor.

7. Op-Amp LM124

Operational Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC linear yang berfungsi sebagai penguat sinyal listrik. sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa transistor, dioda, resistor dan kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas. dalam bahasa indonesia, Op-Amp atau operational amplifier sering disebut juga dengan penguat operasional.
Konfigurasi LM124








Komponen Input

1. Vibration Sensor


Vibration Sensor

Sensor getaran adalah suatu alat yang berfungsi untuk mendeteksi adanya getaran dan akan diubah ke dalam sinyal listrik. sensor ini diseut juga cassing measurement. sensor yang digunakan adalah sensor seismic transduser, yaitu sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan percepatan.
Konfigurasi Pin sensor Vibration:
Spesifikasi sensor


Grafik Respon Sensor


2. Sensor PIR

Sensor PIR atau Paissive Infra Red adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancara sinar infra merah dari suatu objek. sensor PIR bersifat pasif, yang berarti sensor ini tidak memancarkan sinar infra red melainkan hanya dapat menerima radiasi sinar inframerah dari luar. sensor PIR dapat mendeteksi radiasi dari berbagai objek dan karena semua objek memancarkan energi radiasi, sebagai contoh ketika terdeteksi sebuah gerakan dari sumber infra merah dengan suhu tertentu yaitu manusia mencoba melewati sumber infra merah yang lain misal dinding, maka sensor akan membandingkan pancaran inframerah yang di terima setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.

Pin Out

Spesifikasi

  • Vin : DC 5-9V
  • Radius: 180 derajat
  • jarak deteksi: 5-7 meter
  • output: digital ttl.
  • memiliki setting sensitivitas
  • memiliki setting time delay
  • dimensi: 3,2 cm x 2,4 cm x 2,3 cm
  • berat: 10gr
grafik sensor PIR

3. Sound Sensor
sound sensor adalah sensor yang berfungsi mendeteksi suara. module ini bekerja berdasarkan prinsip kekuatan gelombang suara yang masuk. di mana gelombang suara tersebut mengenai membran sensor, yang berefek pada bergetarnya membran sensor. dan pada membran tersebut terdapat kumparan kecil yang dapat menghasilkan besaran listrik.

grafik sensor suara
Spesifikasi

4. REED Magnetic Sensor
REED switch tersusun atas lempengan metal yang terhubung dilingkup tabung gelas, sehingga ketika tercipta medan magnet antara dua buah lempengan, lempengan tersebut tarik-menarik sehingga arus listrik dapat mengalir. ketika medan magnet hilang lempengan kembali ke posisi semula dan jalur gerak arus kembali terputus.
Pinout




Grafik Respon

reed switch magnetic sensor module features & specifications
  • Operating voltage: 3.3 to 5 V
  • Output Format: digital switching output (0 and 1)
  • LEDs indicating output and power
  • PCB Size: 32 mm x 14mm
  • LM393 based design 
  • easy to use with microcontrollers or even with normal digital/analog IC
  • small, cheap and easily  available

Komponen Output

1. LED


komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. warna-warna cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sifat inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada remote control TV ataupun remote control perangkat elektronik lainya.

Konfigurasi pin


Pin 1: Positive Terminal of LED

Pin 2: Negative terminal of LED

Spesifikasi:

  • Superior Weather resistance
  • 5 mm round standard directivity
  • Uv resistant Eproxy
  • Forward Current (If): 30mA
  • Forward Voltage (Vf): 1,8 to 2.4V
  • Reverse Voltage: 5V
  • Operating Temperature: -30to +85
  • Storage Temperature: -40to +100
  • Luminous Intensity: 20mcd

tegangan LED menurut warna:

  • Infra merah : 1,6 V.
  • Merah : 1,8 V – 2,1 V.
  • Oranye : 2,2 V.
  • Kuning : 2,4 V.
  • Hijau : 2,6 V.
  • Biru : 3,0 V – 3,5 V.
  • Putih : 3,0 – 3,6 V.
  • Ultraviolet : 3,5 V
2. relay

Relay adalah komponen elektronika berupa sakelar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas sakelar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak sakelar akan menutup. Pada saat arus hentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak sakelar kembali terbuka. Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus / tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 A / AC 220 V) dengan memakai arus / tegangan yang kecil (misalnya 0.1 A / 12 Volt DC). 

Gambar Bentuk dan Simbol Relay


spesifikasi


konfigurasi pin

3. motor DC
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa motor terdiri atas 2 bagian utama yaitu stator dan motor. Pada stator terdapat lilitan (winding) atau magnet permanen, sedangkan rotor adalah bagian yang dialiri dengan sumber arus DC. Arus yang melalui medan magnet inilah yang menyebabkan rotor dapat berputar. Arah gaya elektromagnet yang ditimbulkan akibat medan magnet yang dilalui oleh arus dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan.

konfigurasi pin

spesifikasi

4. Buzzer
  Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Buzzer ini biasa dipakai pada sistem alarm. Juga bisa digunakan sebagai indikasi suara. Buzzer adalah komponen elektronika yang tergolong tranduser. Sederhananya buzzer mempunyai 2 buah kaki yaitu positif dan negatif. Untuk menggunakannya secara sederhana kita bisa memberi tegangan positif dan negatif 3 - 12V.


3. Dasar Teori[Kembali]

OP-AMP

1. Op-Amp sebagai penguat Non inverting

penguat non inverting adalah suatu rangkaian penguat yang berfungsi menguatkan sinyal dan hasil sinyal yang dikuatkan tetap sefasa dengan sinyal inputannya, asil dari sinyal input dan output rangkaian non inverting dapat dilihat pada gambar 1. pada dasarnya penguat non inverting digunakan sebagai pengkondisi sinyal inputan sensor yang terlalu kecil sehingga dibutuhkan peguatan untuk diproses. 

keterangan gambar

Vin: Tegangan Masukkan

Vout: teganagn keluaran

Rg: resistansi ground

Rf: resistansi feedback


Fungsi Penguat Non Inverting

fungsi dari penguat non inverting kurang lebih sama dengan penguat inverting hanya saja polaritas output yang dihasilkan sama dengan sinyal inputnya. keluaran sensor dan tranduser pada umumnya mempunyai tegaangan yang sangat kecil hingga mikrovolt, sehingga diperlukan penguat dengan impedansi masukan rendah. rangkaian penguat non inverting akan menerima arus atau tegangan dari tranduser sangat kecil dan akan membangkitkan arus atau tegangan yang lebih besar.

Rumus Op Amp Non Inverting

rumus mencari tegangan output yaitu:

rumus mencari besar penguatannya yaitu sebagai berikut:

Op Amp sebagai voltage follower

Op amp voltage follower (atau dikenal juga sebagai unity gain amplifier atau buffer amplifier) adalah rangkaian Op-Amp yang memiliki penguatan atau gain (A) tegangan sebesar 1x. Dengan kata lain, Op-Amp tidak memberikan amplifikasi ataupun atenuasi terhadap terhadap sinyal inputnya. yang artinya keluaran dari Op-Amp sama dengan masukkannya.

Rangkaian Op-Amp Voltage Follower

Cara kerja Rangkaian Op-Amp Voltage Follower

b. Resistor




Resistor merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk membatasi arus yang mengalir pada suatu rangkaian dan berfungsi sebagai terminal antara dua komponen elektronika. Tegangan pada suatu resistor sebanding dengan arus yang melewatinya (V=I R).
Cara menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna:
1. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang pertama
2. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang kedua
3. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang ketiga
4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10(10^n)



c. Dioda 1N4002



Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi menyerahkan arus. komponen ini terdiri dari pemggabungan dua semikonduktor yang masing masing diberi doping (penambahan material) yang berbeda, dan tambahan material konduktor untuk mengalirkan listrik.

dalam ilmu fisika dioda digunakan untuk penyeimbang arah rangkaian elektronika. elektronika memiliki dua terminal yaitu anoda berarti positif dan katode berarti negatif. prinsip kerja dari anode berdasarkan teknologi pertemuan positif dan negatif semikonduktor. sehingga anode dapat menghantarkan arus listrik dari anode menuju katode.

dioda digambarkan seperti sebuah switch/saklar dimana saklar tersebut hanya akan bekerja di beri tegangan atau arah arus sesuai dengan polaritas kaki dioda itu sendiri. pada arah bias maju, bias kaki dioda dakan dapat mengalirkan arus pada satu arah. sedangkan pada arah arus mundur bias dimana kaki anoda diberi tegangan (-) dan tegangan (+) pada katode maka saklar menjadi terbuka atau saklar OFF.

d. Transistor BC547

transistor adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang diciptakan dari bahan bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki. masing masing kaki disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.

1. Emittor (E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.

2. Kolektor (C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam transistor.

3. Basis (B) berguna untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari transistor melalui kolektor.

Jenis jenis Transistor Bipolar

transistor bipolar terdiri dari dua jenis yaitu transistor NPN dan transistor PNP. Transistor NPN adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil dn tegangan positif pada terminal basis untuk mengendalikan aliran arus dan teganagn yang lebih besar dari kolektor ke emitor.

transistor PNP adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil dan tegangan negatif pada terminal basis untuk mengendalikan aliran arus dan teganagn yang lebih besar dari emittor ke kolektor.


Rumus



3 Konfigurasi transistor bipolar


cara mengukur transistor bipolar


Karakteristik input

Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis. Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor.
Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.

Karakteristik output

Sebuah transistor memiliki empat daerah operasi yang berbeda yaitu daerah aktif, daerah saturasi, daerah cutoff, dan daerah breakdown. Jika transistor digunakan sebagai penguat, transistor bekerja pada daerah aktif. Jika transistor digunakan pada rangkaian digital, transistor biasanya beroperasi pada daerah saturasi dan cutoff. Daerah breakdown biasanya dihindari karena resiko transistor menjadi hancur terlalu besar.

Gelombang I/O Transistor


1. Fixed Bias
fixed bias jika arus Ibdi dapat dari VCC yang dihubungkan ke kaki b melewati tahanan r seperti gambar dibawah ini:

maka,

dimana, 
dan 

2. Emitter stabilized bias
emitter stabilized bias adalah rankaian fixed bias yang ditambahkan tahanan Re seperti gambar dibawah:
maka,
sehingga tahanan Re kalau dilihat dari input untuk mencari arus Ib adalah sebesar (Beta+1)Re

3. Self Bias
self bias adalah arus input didapat dari pemberian tegangan input Vbb seperti gambar dibawah ini;

dengan menggunakan hukum KVL didapat,

maka,
4. Voltage divider bias
voltage divider bias adalah arus bias didapatkan dari tegangan di R2 dari hubungan VCCs seri dengan R1 dan R2 seperti gambar dibawah:

untuk mencari arus Ib maka dilakukan perubahan rangkaian dengan memakai metoda thevenin sehingga menghasilkan rangkaian pengganti seperti gambar dibawah:
dimana,

maka, 




e. Op-Amp LM124

Penguat operasional atau yang dikenal sebagai Op-Amp merupakan suatu rangkaian terintegrasi atau IC yang memiliki fungsi sebagai penguat sinyal, dengan beberapa konfigurasi. Secara ideal Op-Amp memiliki impedansi masukan dan penguatan yang tak berhingga serta impedansi keluaran sama dengan nol. Dalam prakteknya, Op-Amp memiliki impedansi masukan dan penguatan yang besar serta impedansi keluaran yang kecil.

Op-Amp memiliki beberapa karakteristik, di antaranya:
a. Penguat tegangan tak berhingga (AV = ∼)
b. Impedansi input tak berhingga (rin = ∼)
c. Impedansi output nol (ro = 0) d. Bandwidth tak berhingga (BW = ∼)
d. Tegangan offset nol pada tegangan input (Eo = 0 untuk Ein = 0)

Rangkaian dasar Op-Amp


konfigurasi PIN


spesifikasi


respons karakteristik kurva I-O:


f. Vibration sensor 

sensor getaran adalah suatu alat yang berfungsi untuk mendeteksi adanya getaran dan akan diubah dalam ke dalam sinyal listrik. sensor ini disebut juga cassing measurement. sensor yang digunakan adalah sensor seismic transduser, yaitu sensor yang digunakan untuk mengukur jecepatan dan percepatan.

grafik respon sensor


g. sound sensor


sound sensor adalah sensor yang berfungsi mendeteksi suara. module ini bekerja berdasarkan prinsip kekuatan gelombang suara yang masuk. di mana gelombang suara tersebut mengenai membran sensir, yang berefek pada bergetarnya membran sensor dan pada membran tersebut terdapat kumparan kecil yang dapat menghasilkan besaran listrik.
grafik sensor suara

h. pir sensor 

sensor pir atau Passive Infra red adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran siar infra merah dari suatu objek. sensor pir bersifat pasif, yang berarti sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah melainkan hanya dapat menerima radiasi sinar infra merah dari luar. sensor PIR dapat memancarkan energi radiasi dari berbagai objek dan semua objek memancarkan energi radiasi, sebagai contoh ketika terdeteksi sebuah gerakan dari sumber infra merah dengan suhu tertentu yaitu manusia mencoba melewati sumber infra merah yang lain misal dinding, maka sensor akan membandingkan pancaran infra merah yang diterima setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.


i. REED magnetic sensor


Reed switch tersusun atas lempengan metal yang terhubung dilingkupi tabung gelas, sehingga ketika tercipta medan magnet antara dua buah lepengan, lempengan tersebut tarik menarik sehingga arus listrik dapat mengalir. ketika medan magnet hilang lempengan kembali ke posisi semula dan jalur gerak arus kembali terputus.

grafik respon





4. Percobaan[Kembali]

A. Prosedur percobaan

- siapkan alat dan bahan, masukkan ke library proteus

- susun sehingga membentuk rangkaian kontrol plang kereta api

- lakukan uji coba dan amati apakah kontrol dalam berjalan

B. Rangkaian simulasi



C. Prinsip kerja

dimulai dari sensor vibration, apabila kereta lewat dan sensor vibration mendeteksi getaran dari kereta tersebut, maka logiscare berlogika 1, sehingga adanya arus mengalir dari power supply menuju Vcc, kemudian dikeluarkan tegangan melalui kaki Vout, tegangan tersebut diumpankan ke R5, kemudian menuju ke Op-Amp di mana disini Op-Amp bertindak sebagai non inverting, di mana terjadi penguatan sebanyak 2x dengan Voutnya dihitung dengan rumus V0 = (Rf/Rin +1) x Vin kemudian menuju R16 kemudian menuju ke base dengan tegangan yang cukup pada base sehingga transistor aktif dengan transistor aktif maka ada arus yang mengalir dari power supply menuju relay menuju kolektor menuju emitor terus ke ground. jenis dari biasnya yaitu fixed bias dengan adanya arus tersebut maka nilai menjadi aktif dengan switch nya berpindah ke kiri sehingga rangkaian loop menjadi tertutup dengan rangkaian loop tertutup maka arus dapat mengalir yang mengakibatkan palang akan turun serta buzzer akan berbunyi.

selanjutnya karena ada kereta api yang lewat maka sound sensor akan berlogika 1, sehingga ada arus dari power supply menuju Vcc kemudian dikeluarkan berupa Vout kemudian diumpankan ke Op-Amp. dimana Op-Amp di sini bertindak sebagai voltage follower terjadi penguatan sebanyak 1 kali sehingga Vin = V out dengan rumus Av= V0/V1. kemudian diumpankan lagi ke sebuah ressistor kemudian menuju kaki base dimana tegangan pada kaki base telah cukup, sehingga transistor menjadi aktif, jenisya yaitu fixed bias. dengan aktifnya transistor maka ada arus dari power supply menuju relay menuju kolektor menuju emitor terus ke ground dengan relay aktif maka switch bergeser ke arah kiri sehingga rangkaian loop pada rely tertutup sehingga ada arus yang mengalir yang mengakibatkan buzzer menyala, sebagai indikator memperingatkan kendaraan yang mendekat agar berhenti.

kemudian jika ada kendaraan yang terlanjur ,elintas atau secara paksa melintas maka sensor pir akan mendeteksinya sebagi sebuah gerakan, yang mengakibatkan logiscate menjadi 1 sehingga ada arus power supply menuju Vcc dikeluarkan berupa tegangan melalui kaki Vout diumpankan lagi ke R kemudian menuju Op-Amp, dimana Op-Amp disini bertindak sebagai non inverting amplifier terjadi penguatan sebanyak 2 kali dengan rumus (Rf/Rin +1) x Vin  menuju ke R dan kemudian menuju base, di mana tegangan pada kaki telah bebas telah cukup maka transistor menjadi aktif dengan transistor menjadi aktif maka ada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor terus ke R13 lalu menuju ke ground. disin jenis transistornya adalah emitter stabilished bias, dengan adanya arus terebut maka nilai menjadi aktif, ketika nilai aktif switch bergeser ke kiri, rangkaian menjadi tertutup yang mengakibatkan LED sebgai indikator kode agar kereta melakukan perlambatan untuk menghindari terjadinya insiden kecelakaan.

jika palang telah turu maka sensor magnetik akan berlogika 1 sehingga ada arus dari power supply menuju ke Vcc dikeluarkan berupa Vout kemudian diumpankan ke R menuju ke Op-Amp, dimana Op-Amp bertindak sebagai non inverting amplifier terjadi penguatan dua kali tegangan tersebut meuju ke R23, kemudian menuju kaki base, karena tegangan pada kaki base telah cukup, maka ada arus dari power supply menuju relay terus menuju ke kolektor menuju ke emitor menuju ke ground, jenis transistornya adalah emitter stabilished bias. maka adaya arus tersebut menandakan bahwa relay aktif sehingga switchnya bergeser ke arah kiri yang mengakibatkan rangkaian loop pada relay tertutup, yang mengakibatkan LED hidup dan memperingatkan kendaraan agar berhenti.

5. Video[Kembali]



6. Link Download[Kembali]

[download rangkaian tb]

download bagian sensor analog

Datasheet Op-Amp LM124

Datasheet Transistor BC547

Datasheet sound sensor

datasheet motor DC

datasheet buzzer

datasheet transistor NPN

datasheet sensor PIR

datasheet sensor vibration

datasheet relay

datasheet LED

datasheet resistor


Komentar