Modul I
Potensiometer, Tahanan Geser dan Jembatan wheatstone
Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran Listrik dan Rangkaian Listrik
Potensiometer, Tahanan Geser dan Jembatan Wheatstone
Nama: Jihaan 'Afifah
NIM: 2410952047
Tanggal Praktikum: 18 Maret 2025
Asisten: Dicky Nurdiasyah
Putri Aulia Hasanah
1. Penentuan Karakteristik Alat Ukur
|
Nama
Alat |
Model |
Prinsip kerja |
Tingkat ketelitian |
Posisi alat ukur |
Kelas isolasi |
Jenis input |
Range skala |
Faktor pengali |
sensitivitas |
|
Voltmeter
I |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Amperemeter
II |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Seri
No. | Xn | R(Ω) | R Multimeter (Ω) | R Terhitung (Ω) | I Total (A) | V Total (V) |
1. | ||||||
2. | ||||||
3. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Paralel
|
No. |
Xn |
R(Ω) |
R Multimeter (Ω) |
R Terhitung (Ω) |
I Total (A) |
V Total (V) |
|
1. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
|
Rs (Ω) |
Rx Multimeter (Ω) |
Rx Terhitung (Ω) |
R Toleransi(%) |
|
|
|
|
|
1. Mengamati dan Memahami Simbol serta Data dari Alat Ukur
a. Ambil alat ukur seperti dibawah ini:
• Voltmeter (model 2011)
• Amperemeter (model 2013)
b. Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut.
c. Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan tuliskan
karakteristik alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.
2.Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.4
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer
dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan
tahanan geser.
prinsip kerja pada pengukuran kali ini ialah dengan menparalelkan pada saat diukur. arus pada rangkaian ini akan bernilai sama karena ini merupakan rangkaian seri. sedangkan untuk tegangan total bisa didapat dengan menjumlahkan masing masing besar tegangan di setiap hambatan.
3.Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan
Geser Pada Rangkaian Paralel
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.5
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer
dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan
tahanan geser.
pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheatstone
1. 1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!
Jawab: - Voltmeter
Merupakan
sebuah alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur besarnya tegangan pada
suatu rangkaian pada masing masing komponen. Cara penggunaan alat ukur ini
ialah dengan cara diparalelkan dengan komponen yang ingin diukur.
Voltmeter yang digunakan ialah
voltmeter model 2011. Dengan prinsip kerja kumparan putar. Dengan tingkat
ketelitian 0,5. Voltmeter ini dapat digunakan dengan posisi horizontal. Kelas isolasinya
3 dan jenis inputnya ialah DC. Dengan range skala 0-30 kemudian 0-100. Serta factor
pengalinya 100, 30, 10, 3 dengan sensitivitas 1mA = 1000 ohm/V.
-
Amperemeter
Adalah alat
ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya arus pada suatu rangkaian atau
komponen. Cara menggunakan alat ukur ini ialah dengan cara memserikan dengan
rangkaian yang akan diukur besar arusnya. Ampermeter yang digunakan ialah model
tahun 2013 dengan prinsip kerja magnet putar. Dengan tingkat ketelitian 0,5. Amperemeter
ini dapat digunakan dengan posisi horizontal. Dengan kelas isolasinya 3. Dan jenis
inputnya AC serta range skala 0-5, 0-10, dan 0-20. Serta factor pengalinya 2,
5, 10, 20 dengan sensitivitas 45-65 Hz.
2.
Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap
nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada
rangkaian seri!
jawab : berdasarkan hukum Ohm, variasi
hambatan pada tahanan geser dan potensiometer dapat mempengaruhi besarnya arus
dan tegangan. Hal ini ialah karena tegangan berbanding lurus dengan arus dikali
hambatan. Sehingga jika terdapat variasi dalam hambatan tentu bias mempengaruhi
besarnya arus dan tegangan. Pada rangkaian tersebut. Semakin besar hambatan
maka semakin bersar tegangan dan semakin kecil arusnya.
Jika rangkaian yang digunakan ialah rangkaian
seri, maka arus di tiap tiap hambatan bernilai sama.
I = I1 =I2 = In
Namun,
tegangan pada masing masing hambatan akan berbeda-beda. Tergantung dari besar
hambatan yan digunakan.
V= V1+V2+…Vn
3.
Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai
arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian parallel.
Jawab:
sama seperti sebelumnya berdasarkan hukum Ohm, variasi hambatan pada tahanan
geser dan potensiometer dapat
mempengaruhi besarnya arus dan tegangan. Apabila suatu hambatan bernilai besar,
maka tegangan nya juga besar dan arusnya kecil. Pada rangkaian parallel arus
tidak bernilai sama, akan tetapi nilai arus total bias didapat dengan cara
menjumlahkan semua besar arus di masing masing hambatan.
Itotal = I1 + I2 + … In
Untuk tegangan,
di masing-masing hambatan akan bernilai sama
V = V1 = V2 = Vn
4. Analisa
nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheatstone!
jawab: Nilai % R yang didapat pada pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheatstone serta hasil perhitungan didapat nilai % R ialah sebesar 140,7%. ini merupakan angka yang terbilang sangat besar. hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti: nilai resistor yang tidak tepat, alat yang digunakan sudah rusak, pengaruh dari lama gunanya sumber sehingga adanya pemborosan energi berapa energi panas.
Scan laporan akhir [TEKAN DISINI]
Download Video Percobaan [TEKAN DISINI]


.jpg)
Komentar
Posting Komentar